Melingkar Mekar Menjemput Tugas Langit antara Usia 15 - 40 Tahun

Melingkar Mekar Menjemput Tugas Langit antara Usia 15 - 40 Tahun

Melingkar Mekar Menjemput Tugas Langit antara Usia 15 - 40 Tahun

Oleh : Ust Harry Santosa

Hidup itu bertumbuh, bagai tumbuhan, ia bermula dari benih, kemudian melingkar mekar menelusuri lintasan spiral (spiral path) sesuai tahapan tahapannya sehingga berbuah.

Mirip alam semesta, dari titik benih "big bang" lalu mengembang dan berkembang melingkar mekar menjadi tatasurya dan galaxy.

Begitulah usia manusia selama hidup di dunia, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengklasifikasi usia manusia menjadi 4 (empat) periode, yaitu:
1. Masa Anak-Anak (Aulad): sejak lahir hingga aqilbaligh (0 -15 tahun). Ini fase menumbuhkan fitrah, menanamkan adab dan mengajarkan ilmu fardu ain (basic kehidupan)
2. Masa Pemuda (Syabab) : sejak 15 hingga 40 tahun. Ini fase menemukan Panggilan Pertama (first calling) atau Tugas Langit atau Misi Hidup.
3. Masa Dewasa (Kuhul): 40 tahun hingga 60 tahun, Ini fase menemukan tugas langit berikutnya (next calling)
4. Masa Tua (Syuyukh): 60 tahun ke atas. Ini fase menyiapkan warisan perjuangan (Legacy)

A. Masa Aulad, Usia 0 -15 tahun (Who am I)

Masa Anak (Aulad) ini fase merawat dan menumbuhkan (tarbiyah) benih Fitrah, kemudian menanamkan Adab dan memberi ilmu kehidupan yang relevan sehingga menjadi siap berbuah. Ini dibagi menjadi masa sebelum usia 10 tahun untuk mengenal diri (Who am I - self acceptance & self confidence) dan usia 11 -15 tahun untuk Self Development sehingga siap menjadi Pemuda pada usia 15 tahun. Semua Ulama sepakat bahwa anak usia 15 tahun sudah jatuh kewajiban setara orang dewasa dan tidak wajib lagi dinafkahi oleh orangtuanya.

B. Masa Syabab atau Pemuda atau Dewasa Awal - Usia 15 - 40 tahun (What's My Calling)

Sejak masuk masa Pemuda (Dewasa Awal) antara Usia 15 tahun dan Usia 40 tahun inilah sesungguhnya masa paling kritis dalam keseluruhan kehidupan manusia. Masa ini ditentukan dari seberapa baik pendidikan pada masa di bawah 15 tahun.

Masa Pemuda (Dewasa Awal), masa paling menentukan untuk kehidupan selanjutnya. Seorang Ulama berkata, “Aku selalu menjaga anggota badanku ini dari bermaksiat pada Allah di waktu mudaku, maka Allah pun menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku.”

Ketika melihat orang jompo yang tak terawat hidupnya dan menjadi pengemis, seorang Ulama berkata,
“Inilah orang yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.”

Di tahap ini umumnya banyak orang sibuk mengejar dunia (harta, kekuasaan, popularitas) bukan menemukan Panggilan Hidup atau Misi Hidup. Sehingga kelak harta dan dunia yang dikejar itu menipunya dan membuatnya menyesal.

Seorang yang arif memberi nasehat, "jangan cari uang, tetapi carilah makna. Jika engkau mencari uang, maka kelak uang hilang dan makna hilang. Tetapi jika engkau mencari makna, kelak makna datang dan uangpun datang"

"Carilah kebenaran, bukan ketenaran. Jika kau cari kebenaran, maka kau kan dapat keduanya. Jika kau cari ketenaran, kau kan kehilangan keduanya"

Betapa kritisnya rentang usia ini, maka manusia diminta untuk meminta bimbingan langit. Satu satunya ayat di alQuran yang berbicara tentang usia 15 sampai 40 tahun, secara eksplisit adalah QS alAhqaf 15

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

ROBBI AWZI’NII AN ASYKURO NI’MATAKALLATII AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALAA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOOLIHAN TARDHOOHU, WA ASHLIH LII FII DZURRIYATII.

“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Menemukan Misi Hidup Menjelang Usia 40

Misi hidup sebagaimana pernah dijelaskan sebelumnya, adalah Alasan Kehadiran kita di dunia atau Tugas Langit spesifik yang harus kita tuntaskan sebelum kembali kepadaNya.

Banyak orang sering terpaku pada Usia 40 tahun saja ketika berbicara ayat ini, namun sesungguhnya ayat ini menyebut rentang antara awal masa pemuda (15) sampai usia 40 tahun.

"Amal Shalih yang Allah ridhai" dalam doa di atas adalah panggilan hidup atau tugas langit atau misi hidup yang harus kita temukan dalam rentang usia 15 - 40 tahun.

Jika tidak maka kita akan dilanda kegalauan. Ruh kita menjerit, jiwa kita galau merana, meminta diberikan segera tugas langit yang telah ditentukan baginya.

Semua Nabi alaihimusalaaam, menurut AsSyaukani dan para Mufasir lainnya, mendapatkan tugas Kenabiannya pada usia 40 tahun, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS karena diwafatkan lebih muda dan Isa AS diangkat ke langit.

Namun para Sahabat Nabi SAW yang hidup menjadi pemuda belasan tahun ketika Rasulullah SAW menjelang wafat, mereka mendapatkan misi hidupnya lebih cepat sebelum usia 40 tahun.

Kegalauan menjelang Usia 40 tahun adalah hal yang wajar, karena para Nabipun mengalami kegalauan. Galau adalah cara Allah berbicara dengan kita agar segera menemukan Misi Hidup atau Tugas Langit spesifik di dunia yang telah Allah tugaskan jauh sebelum kita dilahirkan.

Tugas Langit ini dalam bentuk sederhananya adalah "melayani" dengan sesuatu yang bermanfaat bagi ummat. Orang orang barat menyebutnya sebagai kebahagiaan hakiki apabila sudah menemukan cara melayani. Sebagian mereka menyebut sebagai "panggilan (calling)"

Namun Islam lebih jauh lagi membawa "melayani" atau "panggilan" ini menjadi Tugas Langit Spesifik yang merupakan alasan kehadiran kita di dunia.

Para Sufi lebih rinci menyebut Tugas Langit atau Misi Hidup ini sebagai "titik pertaubatan atau titik kesadaran untuk menyeru kebenaran atau menolong agama Allah atau membuat perubahan yang Allah ridhai dalam suatu bidang kehidupan"

Apabila Tugas Langit atau Misi Hidup ini tercapai maka perjalanan kehidupan berikutnya akan lebih mudah, cepat dan lapang. Cepat dan lapang adalah definisi Shirothol Mustaqiem, Itulah mengapa kita meminta Shirotol Mustaqiem ini 17 kali dalam sehari.

C, Masa Usia 40 - 60 tahun (What's My Next Calling)

Adalah fase menemukan panggilan panggilan atau tugas tugas langit atau Misi Hidup berikutnya. Rasulullah SAW di tahap usia ini membina komunitas pelanjut Misi Kenabiannya, menjalani Isra Mi'raj, menjalani perintah untuk Hijrah, membangun komunitas terbaik (khoiru ummah) di Madinah dstnya.

D. Masa Usia 60 ke atas (What's My Legacy)

Adalah fase menyiapkan penerus perjuangan, fase mewariskan Misi Hidup pada anak dan keturunan, menemukan pengganti terbaik dalam memperjuangan Misi Hidup atau Tugas Langit.

"Umur Ummatku berkisar antara 60 dan 70 tahun, dan hanya sedikit yang bisa melewatinya"

"Dan orang orang beriman yang diikuti oleh anak dan keturunannya dalam keimanan (Misi Hidup), maka Kami akan sambungkan mereka (dalam perjuangan) dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala ‘amal mereka. Tiap-tiap pribadi terikat dengan apa yang diperbuatnya ('Amr - misi hidup yang diperjuangkannya sampai akhir ).” (QS Ath Thuur [52]: 21)

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10219670131413945